baru browsing...

ceritanya scora UI memilih menjadi Center of Excellence untuk Cervical Cancer waktu di munas scora november 2006 kemaren...
sebenernya pengetahuan gw tentang Ca-Cervix dikit bgt...
gw coba-coba browse di internet biar gw ga bego-bego amat masalah ca-cervix...
ternyata ada banyak bgt...
yang terpercaya kan yang dari WHO... nah,, pas lagi seru-serunya mendonlod... tiba2 keputus. mampet koneksinya.. yah,, namanya manfaatin gratisan wifi kampus...
yang berhasil ke baca ma gw baru satu file,,mau gw share di sini... ntar kalo gw udah dapet
pengetahuan baru,, atau udah berhasil mendonlod filenya
who dan berhasil mengkhatamkannya (halamannya 200lebih... malah bhs. inggris gw o'on),,, akan gw post di blog ini...

* diambil dari Fact Sheet Pan American Health Organization (regional office of the World Health
Organization)

*sayangnya ga ditulis dipublikasikan tahun berapa..

Fakta-fakta Kanker Serviks

- diperkirakan, secara global 466 000 kasus baru kanker serviks terdiagnosis tiap tahunnya.
- 231 000 wanita per tahun meninggal karena kanker serviks. 80% diantaranya dari negara berkembang.
- menghabiskan biaya sekitar 100$ US untuk skrining satu wanita tiap lima tahun
- menghabiskan biaya sekita 2 600$ US untuk mengobati satu wanita dengan kanker serviks

kanker serviks disebabkan oleh perubahan pada sel yang membatasi dinding serviks (bagian bawah rahim yang menghubungkan uterus ke vagina atau kanal lahir). sel bisa tiba-tiba menjadi kanker, bahkan pada 50% wanita dengan lesi pra-kanker, selnya jinak (pre-kanker). kanker
serviks pada stadium awal seringnya tanpa gejala, karena itu biasanya tidak terdeteksi sampai menjadi parah

faktor risiko paling sering untuk kanker serviks adalah terpapar oleh Human Papillomavirus (HPV). HPV adalah infeksi menular seksual, yang dapat atau tidak dapat disertai gejala. karena HPV biasanya asimptomatik, HPV dapat berjalan untuk periode yang lama tanpa terdeteksi.

faktor risiko lainnya untuk kanker serviks:
- tidak melakukan skrining teratur
- melakukan hubungan seksual pertama kali pada usia muda
- memiliki banyak pasangan seksual, atau berhubungan seksual dengan pasangan yang memiliki banyak pasangan seksual
- HIV positif, yang mana melemahkan sistem imun dan membuat lebih rentan terinfeksi HPV- riwayat keluarga kanker serviks
- grup usia - wanita usia 30-60 paling berisiko dan risiko juga meningkat bersama usia
- merokok
- status sosioekonomi
- karena wanita miskin kurang akses untuk skrining dan pelayanan pengobatan, insiden dan
mortalitasnya lebih tinggi

kanker serviks adalah salah satu kanker yang dapat dideteksi oleh karena itu dapat dicegah karena pekembangannya sangat bertahap. dengan begitu, melalui regular skrining, memudahkan mendeteksi dan mengobati sebelum ia menyabar. kanker serviks juga bentuk kanker yang lebih terlihat daripada misalnya kanker payudara. daripada melihat sel melalui gambar x-ray atau biosi, genekolog dapat mengkerok sel dari dinding serviks dan
melihatnya dibawah mikroskop.

Alat yang paling utama untuk melawan kanker serviks adalah pencegahan. pencegahan paling baik dicapai dengan regular skrining. ini menjadi tantangan penting untuk wanita, terutama wanita miskin.

- wanita miskin, terutama pada negara-negara berkembang biasanya tidak memiliki akses untuk pelayanan kesehatan gratis, atau tidak mampu untuk membayar biaya skrining.
namun pelayanan tersebut lebih tersedia di perkotaan, yang merupakan menjadi penghalang untuk wanita-wanita pedesaan.
- wanita biasanya mementingkan kesehatan keluarganya daripada dirinya sendiri, jadi jika uang untu dokter tersedia akan digunakan untuk anaknya daripada ibunya.
- ketakutan dari pasangannya juga menakut-nakuti wanita untuk melakukan cek-up regular skrinig. suaminya akan menolak untuk menemani istrinya ke genekolog, membayar skrining, atau transportasi ke klinik/rumah sakit.
- pada kumpulan masyarakat tertentu wanita tidak memiliki kontrol pada hubungan seksualnya. ya atau tidaknya wanita dapat mengkontrol dengan siapa ia berhubungan seksual
adalah rumit dalam menentukan apakah ia dapat melindungi dirinya dari paparan HPV.
- pengalaman negatif dengan dokter atau pekerja kesehatan pada umumnya dapat mencegah wanita untuk melakukan cek-up regular skrining.
- kurangnya informasi tentang prosedur skrining, atau takut akan hasil juga dapat berperan sebagai penghalang untuk cek-up regular skrining.

Insiden dan keparahan penyakit dapat dideteksi dan dicegah semestinya menjadi suatu panggilan untuk para profesional keshatan, policy-makers, dan advokasi gender.

- pesan tentang kanker serviks harus berupa pencegahan bukan pengobatan penyakitnya dan konsekuensinya. skrining, bila tersedia harus didukung dan wanita-wanita harus secara luas diinformasikan tentang proses dan manfaatnya.
- Kemampuan wanita untuk mengkontrol seksualnya dan kesehatan reproduksinya menjadi prioritas gender beberapa tahun ini, ini juga harus menjadi prioritas kesehatan masyarakat. tidak hanya untuk melindungi dari penyebaran HPV dan kanker serviks, tetapi juga memperlambat penyebaran HIV/AIDS dan Infeksi Menular Seksual lainnya.
- dokter dan pekerja kesehatan lainnya harus terlatih untuk mengenali bahwa gender dan tempat wanita berada dalam masyarakat mempunya efek pada kesehatannya.

*****

hehehe,,, maaf banget yah,,, informasi yang gw sampaikan ini aga2 aneh... abis bahasa inggris gw pas-pasan...
trus juga kayanya fact sheet ini udah aga basi gitu...

tapi paling engga,, gw berusaha untuk menginformasikan tentang kanker serviks..

kan klo tag line scora...

The only way of fighting HIV/AIDS is through prevention.
The only way of prevention is through education.

klo menurut gw tag line itu bisa dibikin lebih general..

the only way of fighting diseases is trough prevention.
the only way of prevention is trough education.


_nads_

0 comments:

Blog Archive


Free chat widget @ ShoutMix