Showing posts with label meds hurt. Show all posts
Showing posts with label meds hurt. Show all posts

profil buku angkatan

gara-gara mesti ngumpulin untuk di buku angkatan, i just post it here. walau sebenernya gw tetep aja ngerasa ada yang kurang dari yang gw tulis.


---000---


Motto Hidup:

Live like we're dying (-gara2 kebanyakan denger Kris Allen)

Do your best, let Allah do the rest


Momen terfavorit selama di FKUI:

(mungkin emang belum di FKUI) tapi saat pengumuman SPMB thn 2005 gw lulus di FKUI, ortu gw seneng bukan main dan baru kali itu gw melihat mereka segitu bahagianya

kalau di FKUI, waktu pertama kalinya masuk OK. seneng banget sama hawa bersihnya, dapet PPDS anestesi yang baik banget mau ngajarin macem2 dan ikut liat operasi plastik skin graft yang operatornya adalah dr.Tompi yang orangnya rame banget.


Momen paling memalukan/menyedihkan/aneh selama di FKUI:

waktu modul anestesi saat ujian pasien di OK, mestinya ujian dgn dr.A tiba-tiba dateng dr.R ke OK dan nanya2in gw. Begitu gw ga bisa nge-bagging, dr.R mau ngajarin, "Liat saya, dek!". yang gw liatin malah bulu matanya yang lentik banget. Dan tu dokter nyadar kalo gw ngeliatin yang lain, "liatnya yang ini!!" (nunjukin cara bagging-nya)


Modul/Bagian terfavorit: anak

Alasan: sebenernya pada awalnya gw ga suka anak, karena emang ga suka anak-anak dan takut sama bagiannya. tapi modul anak well-organized bgt dan bikin termotivasi belajar. padahal gw orangnya pemalas bgt. dan gara2 di modul anak gw jadi bisa menyukai anak-anak.


Hal terfavorit selama di FKUI (boleh lebih dari 1):

-ketemu temen-temen baru, dari mulai seneng2 bareng sampe nemenin gw disaat gw membutuhkan mereka

-menyadari arti hidup, perjuangan, dan pentingnya bersyukur

-akhirnya riset yang dimulai dari tingkat 2 awal, modalnya mahal dan modal sendiri, selesai juga waktu modul riset tingkat 4


Cita-cita/impian hidup:

Membahagiakan kedua orang tua, hidup bahagia dan selamat di dunia dan di akhirat.


Harapan dalam waktu 20 tahun:

· karir: entah jadi konsulen bedah plastik, entah jadi pejabat depkes, entah lagi nerusin sekolah lagi di luar negeri

· keluarga: small happy family, lovely husband and cute kids, hahaha

· finansial: tergantung karir nantinya dan tergantung penghasilan lainnya

· minat/hobi: udah bisa jalan-jalan keliling Indonesia dan mengunjungo beberapa negara yang emang gw cita-citakan dari kecil. harus udah pernah nonton konser musisi2 favorit gw: john mayer, michael buble, coldplay, maroon 5, dan banyak lagi.

Kebebasan Berpendapat??

warning: it's a very long post. about 800 words. i wrote it myself. i just feel i need a release of these opinions that's been bugging my mind.

---

Gw muak dengan kasusnya Prita Mulyasari dan para simpatisannya.

Hey… Kebebasan berpendapat, kan?

Awalnya gw masih peduli sama kasusnya. Tapi sikap simpatisannya yang berlebihan bikin gw jadi muak. Mereka dengan mudahnya membela atas dasar memperjuangkan kebebasan berpendapat.

Gw rasa, simpatisan itu ga pernah ngerasain yang namanya penghinaan langsung di Internet.

Gw pernah. Dan itu sakit. Bikin gw pengen nuntut jalur hukum, padahal itu sama saudara sepupu gw sendiri. Yeah, gw udah mau berangkat ke kantor polisi untuk bikin Berita Acara Pidana, tapi keluarga gw nahan-nahan gw. I’m just nobody, but if anybody insult my parents and me, it’ll get my nerves to my every nerve ends. And the worst part was, somebody who didn’t even know me, insulted me too because it was posted on the Internet.

Semua orang bisa dengan gampangnya bersimpati dengan menempatkan dirinya di posisi lemah yang mengajukan aduan. Bayangkan kalau aduan itu berubah jadi hinaan publik, yang bahkan orang yang ga ngerti elo ikut2 nyalahin elo dan ga suka ama elo.

Menurut gw, pihak yang diadukan oleh si lemah ini, berhak untuk marah dan menuntut penghinaan terhadap si lemah.

Bayangin, orang2 yang bukan saksi mata, apalagi Tuhan, mereka ga liat kejadiannya kaya apa tapi mereka ikut2an komentar ga suka atas dasar kebebasan berpendapat si lemah yang diumbar di Internet. Yang akhirnya muncul opini publik menjelek2an elo, padahal elo belom tentu sejelek itu.

Internet is harmful enough, but words are sharper than swords and it can slice your heart into pieces.

Gw tim netral. Gw ga berpihak pada apapun. Gw cuma mau ngejelasin kalo gw melihat The Big Picture. There are always two sides of every story.

Tentang apa yang sebenernya di alami oleh si lemah ini sampai2 dia membuat Surat Pembaca, gw cuma mau komentar bahwa gw bukan Tuhan dan bukan saksi mata, gw ga liat kejadiannya diapain, jadi biarin aja itu jadi masalahnya mereka.

Yah.. gw masih netral.

Tapi sekarang gw muak banget dengan kasus dan para simpatisan itu.

Terutama karena aksi pengumpulan koin.

Let me give a bright point of view first (before I make the snarky one), which is just: Ternyata uang koin, kalau rajin dikumpulin bisa jadi ratusan juta rupiah.

Bukannya gw ga bangga jadi orang Indonesia, tapi rasanya gw malu banget ama orang Indonesia yang gampang banget dipengaruhi. Mereka ga berpikir panjang. Cuma karena ngeliat orang teraniaya, langsung simpati. Apalagi ditambah blow-up dari media.

Please, see another side of the story first. Or at least, use your brain, not just following what others follow.

Gw sangat ga suka dengan pengumpulan koin untuk Prita.

Walaupun yang simpatisan pengumpul koin beragam dari mulai orang dewasa sampai anak kecil yang ga tau apa-apa, dari konglomerat sampai pemulung… Menurut gw, semua orang itu cuma sekedar ikut-ikutan aja. Yah, boleh lah ada yang karena emang peduli kasusnya, dan mengatasnamakan memperjuangkan kebebasan berpendapat.

Tapi apakah cara memperjuangkan kebebasan berpendapat harus dengan mengumpulkan uang?

Pertama, buka lagi kasusnya deh… No, not the chronology one, but her background. Si lemah ini, termasuk orang berada. Ga bisa disebut miskin. Punya mobil, punya rumah, berpendidikan, berobat ke RUMAH SAKIT SWASTA, dan diganti asuransi. Dari 5 poin itu aja, masih berjuta-juta masyarakat Indonesia yang bahkan ga memiliki salah satunya.

Apakah itu termasuk keadilan? Menyumbang untuk orang yang berada, sementara masih berjuta-juta penduduk Indonesia di bawah garis kemiskinan.

Ga usah terlalu luas deh.. Liat sekeliling. Kebetulan di depan rumah gw ada perkampungan kecil berisi rumah-rumah kontrakan petak-petak, kamar mandinya di luar untuk beramai-ramai. Pekerjaan mereka dari mulai supir angkot, tukang sayur, tukang cuci, atau kuli bangunan. Orang-orang kaya mereka lebih berhak di bantu daripada si lemah itu.

Berkat blow up dari media, kasus si lemah ini dapet bantuan dari hampir se-Indonesia. Sementara orang-orang disekeliling kita terlupakan untuk kita bantu.

Selama pendidikan ini, gw belajar di Pusat Rujukan Nasional milik pemerintah sampai ke pelayanan primer di Puskesmas. Dan semuanya sama. Tetep aja masih banyak orang-orang yang bahkan belum bisa dapet pelayanan kesehatan. Bayar 2 ribu perak untuk karcis puskesmas aja ga bisa. Ada juga pasien-pasien yang pelayanannya tertunda karena tidak ada biaya, padahal pelayanan itu bisa menyelamatkan hidupnya. Untungnya masih ada program GAKIN/SKTM/Jamkesmas untuk mereka, tapi masih ada juga yang ga tau program tersebut dan akhirnya ga mendapat pelayanan kesehatan.

Sementara si lemah, berobat di swasta, dan dapet penggantian asuransi.

Daripada koin-koin itu dikumpulin untuk memperjuangkan keadilan kebebasan berpendapat , mending diberikan kepada yang membutuhkan, beri untuk pelayanan kesehatan. Karena pada dasarnya, si lemah mengeluhkan pelayanan kesehatan kan?!

Pada intinya sih, masih banyak orang-orang di Indonesia yang lebih membutuhkan koin-koin itu daripada si lemah. Bahkan dengan beberapa koin pun, orang-orang Indonesia bisa menyambung kehidupannya sehari-hari.

Gw, sebagai orang yang berhubungan dengan pelayanan kesehatan, cuma bisa berharap sistem pelayanan kesehatan di Indonesia jadi lebih baik. Dan sebagai bagian dari masyarakat, gw berharap orang-orang lebih bijak dalam bertindak dan berbicara. Ga semata-mata kebebasan berpendapat, semua orang bebas ngomong apa yang mereka pengen omongin. Ga semata-mata orang berpikir A atau melakukan B, semua orang jadi ikutan mikir A dan melakukan B.

Penutup, ini kebebasan berpendapat kan?

And I like to blab and give snarky comments.

OBGYN talks

kalo kemaren, bagian pertama gw adalah pediatrik.
sekarang gw udah 5 minggu di bagian kedua: obstetri & ginekologi.
warning: it's a long post. about 4 topics in 1 post.

---
dulu.
DAHULU.
gw sempet kepengen jadi dokter obgyn. bahkan mungkin itu salah satu cita2 gw kenapa gw pengen jadi dokter saat gw kelas 3 sma.
kalo dulu, waktu kecil, gw pernah bilang kalo gw pengen jadi dokter mata.

latar belakang keluarga gw ga ada yang dokter. jadi gw ga ngerti bagaimana kehidupan dokter sebenernya.
dengan segala idealisme masa muda yang gw punya waktu itu, gw pengen jadi dokter karena pengen nolong orang. dan kayanya, kalo nolong ibu bersalin kita bisa nolongin dua nyawa sekaligus, kayanya baik banget profesi dokter itu.

tapi...
seiring berjalannya waktu.. pupus lah keinginan gw untuk jadi obgyn.

pertama, no offense, kalo gw cukup seneng dengan nolongin ibu bersalin aja, ngapain gw susah2 jadi dokter, kenapa ga gw masuk akademi kebidanan aja.

kedua, obgyn itu cape. cape nungguin inpartu. dan kalo di rscm, entah kenapa capenya lebih banyak lagi.. dan kayanya nasib dokter obgyn itu ga enak kalo misalnya malem2 harus nolong partus.

i like emergency, but i don't think it's the life i want to live in.

---

obgyn udah 5 minggu..
gw udah jaga 7 kali dari total 10 kali jaga.
temen2 gw sempet ngeledekin gw doyan jaga. padahal sih itu karena nasib naas gw aja.

minggu ke-1: gw jaga perdana, jumat pertama, di RSP
minggu ke-2: jaga di RSCM
minggu ke-3: jaga di RSCM (lagi) + jaga di PKM Ciracas
minggu ke-4: jaga di PKM Ciracas (lagi) + jaga di RSP
minggu ke-5: jaga di PKM Cakung.

masih ada 2x lagi di PKM, dan 1x lagi di RSCM.

walaupun jaganya sering, gw baru nolong partus 2x. belom ngerasain nguret. belom liat SC.
entah kenapa gw sering dapet kasus emergency kalo jaga di RS. jadi lebih ribet nanganin emergency-nya daripada nolongin partus.

dan entah kenapa, gw sering banget apes saat-saat injury time.
injury time
versi kakak gw adalah, saat-saat 1jam-30menit menjelang jadwal jaga selesai.

pernah, udah 30 menit lagi udahan, udah siap2 minta ttd logbook... tiba2 dateng 4 pasien baru.

sebenernya, kalo jaga, lebih dapet capenya aja.
jarang dapet tindakan.
jarang dapet ilmunya juga.

tapi yaudahlah... gw juga ga ngotot di obgyn ini.

gw ga tertarik ma obgyn lagi.

pengen cepet2 lulus modul ini. (amin).

---
di Obgyn ini,, gw jadi terpikir..
i'm a woman. and someday i'll sit on that obstetric chair. whether for gynecologic exam or for laboring.
someday, gw yang bakal diobok-obok untuk periksa dalam.
gw terpikir.
siap ga gw untuk berjam-jam kesakitan utk bersalin?
apa gw milih jalan pintas dengan sectio ceasarian?

i haven't decided.

yah, gw sih lebih milih mikirin yang lebih deketnya dulu..
siapa pria yang mau menanam benihnya di gw.

gara-gara obgyn juga nih..
pikiran gw yang udah kotor jadi makinan kotor.
apalagi kelompok kecil obgyn gw jadi binal smua.
bahkan gw dan liya bisa ngeracunin diana jadi binal juga.

---
dan terakhir, di obgyn ini gw menyadari kalau hati gw ga sedingin yang gw pikirkan.
beberapa hari yang lalu gw di poli onkologi.
adalah seorang ibu, 31 thn, pekerjaannya bidan, dan dia datang sendiri dari Sorong, Papua.

dari Papua dia dirujuk dengan kanker serviks stad IIb.

gw ga ngerti.
apakah dokter obgyn yang lagi ngambil fellowship di onko itu udah ga peduli saking dia sering nemuin kasusnya, atau apa...

bayangin aja,
dateng jauh2 dari Papua.
ke rumah sakit pusat rujukan nasional.

dan dokternya cuma bilang, tanpa kontak mata (sambil nulis status):
bu, ibu kanker stadium IIIa. harus di kemo dan radiasi.

gw cuma bisa terdiam. dengan kapasitas otak koas yang pas-pasan, gw juga ga mau sok tau di depan tu dokter.
tapi gw liat, kalo itu ibu udah berkaca-kaca...

ibu itu bertanya: ga bisa di operasi?

dokter itu akhirnya ngeh kalo itu ibu terdiam dan berkaca-kaca. dan masih dengan statusnya, cuma menjelaskan kalo ga bisa di operasi, dan pilihannya cuma kemo dan radiasi.

dan tu dokter juga sempet ofensif sama pasiennya.
pasiennya itu kan bidan, dia nanya ke pasiennya: bu, pernah pap smear?
ibunya ngejawab ragu-ragu. dokternya nanyain lagi: bu, tau apa itu pap smear?

duh dok,, kalo orang awam, gw masih maklum dia nanya kaya gtu. walaupun gw juga masih ga suka dengan cara dia nanya. tapi pasien ini seorang bidan. dia sendiri pasti bisa ngelakuin pap smear di orang lain.

saat di ruangan itu, pikiran gw cuma 2.
apakah selama ini yang diajarkan empati tentang bagaimana breaking the bad news cuma omong kosong belaka, atau apakah dokter ini emang ga punya empati?

dan gw terpikir, kenapa sih dia mesti gtu ama pasien? apa gunanya juga dia fellowship onko? toh pada akhirnya pasien onkologi akan dirujuk ke pusat rujukan. dan mungkin ga akan banyak yang bisa dia lakukan di praktiknya sehari-hari. kecuali kalo emang akhirnya dia bisa praktek di RS yang bisa menyediakan fasilitas itu.

ga ngerti ah..

padahal dokter itu cukup baik sama kita para koass, ngasih kesempatan buat periksa dalem. tapi gw kecewa aja ngeliat dia ngegituin pasien.


dan pada akhirnya,
gw menyadari kalau gw masih punya empati ama pasien.
gw ga seburuk yang gw pikirkan sebelumnya.

cerita ujian anak

udah lama ga posting nih..
quite a week. abis ujian oral. ujian akhir di bagian anak.
here's the copy of my story that i post in group-mailing list...

pasien gw An. J, Laki-laki, 9 thn.
KU: Kejang berulang 4 hari SMRS.
setelah anamnesis panjang lebar, dan PF yang bikin gw nyaris keilangan hp (bego juga sih gw... ninggalin hp tergeletak di ruang kaca demi ngelengkapin anam+PF)...
diagnosis kerjanya.... (krik..krik. .krik..)
ga tau gw.
pasiennya ada riwayat hidrosefalus dan sudah di VP shunt waktu umur 7 bulan..
analisa gw, tu kejang pasti ada hubungannya ama riwayat itu... tapi mo ditulis apaan??

waktu pagi-pagi gw dateng,, dibilangnya gw ama Prof A dan dr.D..
tapi begitu jam 11. yang dateng adalah Prof D dan dr.D.
gw sih ga ditanya nama pengujinya, malah Prof D yang memperkenalkan diri.

trus gw kasih tu status.

Prof D nyuruh gw PF lengkap yang sistematik.
Okay.. ini mulai bikin gw keringetan.. yang mana Prof D salah satu penulis buku pf ijo itu.. Saking paniknya (dan begonya) gw maen langsung mo periksa tanda vital.. trus muka si prof langsung asem dan berkerut-kerut. .

si prof: Ha? tanda vital?

gw: (akhirnya menyadari kebegoan gw): oia, keadaan umum...blablablabla

trus gw baru mulai pf yang sistematik, baru sampe mata..dengan syair konjungtiva tidak pucat, sklera tidak ikterik... tu 2 penguji udah ga sabar, minta sebutin yang bermakna aja.

gw (membela diri lagi): iya prof, baru mau saya sebutkan. Tidak ada refleks cahaya prof.

Kedua penguji: HA??

gw: iya prof, visusnya dua-duanya nol, tidak respon cahaya..

trus dr. d meriksa... : ini, refleks cahayanya masih ada..
(komentar gw: yaiyalah.. klo cara dia meriksa tu senter ampe 1/2 cm dari korneanya)

trus gw disuruh nyebutin lagi pf yang bermakna..: kaku kuduk (+), kernig yang kanan positif, kiri negatif..

itu dr.D ngegodain keyakinan gw "cuma yang kanan aja?"

gw (jadi ragu-ragu): iya dok.

gw: lalu, Brudzinski I dan II nya negatif

dr. D ngegodain lagi: kalo Brudzinski III nya?

gw (mulai cengengesan) : ga ada Brudzinski III dok.

dr. D: lalu pemeriksaan fisiknya apa lagi?

gw: refleks patologis, Babinski kaki kanannya positif
(trus sambil gw peragaain... )

waktu tu jempol kaki kanan bereaksi... dr. D nanyain: Jadi itu apa?

gw: positif dok.

dr. D: bener itu positif?

gw (walaupun jadi ragu-ragu): iya, positif.

dr. D: Babinski I positif, Babinski II-nya?

gw (cengengesan kebingungan) : Ga ada Babinski II dok..


trus udah deh.. pindah ke ruang kaca.
sebagai penguji I sebenernya prof D ga banyak nanya.. yang banyak nanya malah dr. D.

seperti yang gw tulis di awal, gw bahkan ga tau mesti nulis diagnosis apa, akhirnya gw dipermasalahkan di bagian diagnosis.

jadi, klo dr. d mengharapkan di poin Diagnosis Banding, gw nulisin sebanyak-banyaknya penyakit yang gw pikirkan yang berhubungan dari anam+PF.
baru di poin Diagnosis Kerja, dibawahnya Diagnosis Banding, gw nulis yang mana dari DD itu yang gw pilih.

nah, sayangnya gw ga menulis DD yang banyak. termasuk ga menulis keterkaitannya VP shunt itu..


kayanya Prof D makin gerah ama gw.. muka tambah berlipet... dan akhirnya pertanyaan umum ttg imunisasi, tumbuh kembang, gizi.
imunisasi ditanyain dosis, dan lokasi.
trus dr. D yang banyak nanya2innya. .
bahkan sampe iseng nanyain vaksin meningitis utk jemaah haji (ngik..ngik. .ngik.. pernah baca sih.. tapi mana gw inget)

abis itu ditanyain tentang pediatrik gawat darurat..disuruh nyebutin apaan aja.
dan gw sempat terjebak lupa nyebut tatalaksana ABC waktu ditanya tatalaksana kejang gw maen langsung bilang kasi diazepam.

dan akhirnya prof d pergi duluan.. sempet ngintip2 nilai yang dia kasih.. tapi ga keliatan akhirnya dia kasih nilai berapa..
dr. d masih nanya2in gw.. dan akhirnya dia menyudahi saat jam 12.30.

akhir ujian, gw sempet nanya waktu dia lagi nulis2 nilai: Jelek ya dok? (gw udah pesimis duluan)

dr. D: menurut kamu sendiri gimana?
beliau kemudian berkomentar ttg diagnosis, yang tadi udah gw ceritakan.

yasudahlah.. . seperti lagu jadul : que sera,sera... whatever will be, will be...The future's not ours, to see.. Que Sera, Sera.. What will be, will be.

Peds Ramblings

holiday ramblings...

finally i log in again.

i do have lots to write about, but I simply don't have enough time. I found microblogging via twitter is quite accommodating. I join twitter about last year, but as it getting happening nowadays, I just actively tweeted from few months ago. follow my twitter! or you can see what I tweeted on the widget on the right tab.

so, finally, I can call a holiday! yeay!! It's Eid break. for a week. yeay!!

now I'm on my final year on my medical school. my fifth year. as in new curriculum, I'd graduate as a medical doctor in five years program.

I start this year with child&adolescent health a.k.a. Pediatrics.
I'm so anxious with this one. I don't know. The teachers are scary, most known as teachers who often fail the students. And I'm anxious with the clinical practice itself.

as a schizoid, I have blunt affect. I have no empathy. I couldn't relate well to others. and the most important things, I don't like children.

as the youngest in my family, i'm used to have all attentions for me as a small kid. i'm not used to have anyone younger to get more attentions.
i don't like kids when they scream out loud - because i'm the quiet one. I don't like kids when they're out of control. i just don't like kids.
maybe it's just because i always feel i'm the youngest and the smallest.

and now, i passed 5 weeks in Peds - still 4 weeks to go.
so far, my dislikes of kids has been decreased. kids are cute. especially the newborn ones. all of sudden, I feel this motherly, the feeling which has been buried somewhere all these years, when I see cute newborns.
I want kids. someday. with me & my significant other (who i haven't met yet) genes run through them. I even dreamed about having baby last night (though it was weird one).

but still, I don't like kids who are out of control and crying out loud. there was a day when I suffered migraine, which was getting more sensitive of sounds, It killed me! so I just stormed out of the room, left my friends in the same room without notice.

one thing I don't like of clinical practice is poker face or faking.
I fake I care. I set my face as friendly as I can be. I don't know. I just haven't figured it out to make me really care, to let out the humanity inside me. I used the patients then I pretend I care about them. I'm no GOD. I don't think I can care about all those patients. but please give me chances to try to care.

but i think everyone do poker face. so, it's not the worst thing to do.

enough of these ramblings.
pointless writings.

Happy holiday everyone!

Have a very blessing Eid Mubarak!

ophthalmology - day 3

baru 3 hari di bagian Mata.. Modul Praktik Klinik terakhir gw di Tk.IV.
akhirnya gw bisa sedikit napas hari ini.

hari pertama,
nothing's too special. gw mesti ngerjain PSSS...
tapi,
si Nyamnyung Omnia gw abis di upgrade --> hard reset --> data di phone memory gw hilang.
aplikasi2 gw juga hilang.
hasilnya.. gw begadangan mindahin phonebook lagi, install2 aplikasi lagi.
sampe jam 2 pagi.
PSSS pun ga jadi gw kerjain.

hari kedua,
PSSS gw yang pertama maju. Mata masih ngantuk banget, otak juga masih mampet... pas diskusinya ya gw bengong2 aja.. loading otak gw lebih lemot daripada laptop gw.
berhubung gw kebagian Diskusi Pagi yang pertama, hari kamis besok, jadinya makalah gw harus dikumpulin Rabu (hari ini).
padahal hari Rabu juga ada Ujian Tulis I --yg persentase nilainya 12%.
akhirnya, semalem gw begadang lagi nyelesain Diskusi Pagi sampe jam 3 pagi.
sebenernya bukan karena bahan gw susah, tapi karena gw sdikit obsesif kompulsif, jadi ngedit2nya ga selesai2 ditambah mata gw juga udah berat...

akhirnya,
hari ini = hari ketiga,
pagi2 gw baru belajar buat ujian.
mata berat, kepala berat... ujian--nembak jawaban aja..
trus tadi pertama kalinya di Poli Mata.
gw ga nyangka ternyata poli-nya luas. dibanding poli2 lain, menurut gw poli mata keren.
tentang PPDS mata... If I were a boy, bahagia banget ngeliat PPDS mata. Cantik-cantik bo! bikin jiper aja.. udah gtu, tadi gw bersama Era masih bego banget ttg pemeriksaan di Poli,, dan kita diajarin sama dr. AS yang baik dan sabar banget, bahkan temen seruangannya pun ikut terpesona.
mengutip blog-nya ka eto, menurut gw... cantik-an PPDS mata daripada IKKK..

malem ini, ga ada lagi deh begadangan...
besok janjian diskusi pagi-nya jam 7 dan harus on time (jadwal mestinya jam 8)..
kalo 3 malem gw begadang mulu, bisa2 besok gw kaya mayat idup--bengong2 unresponsive, ga ngerti isi presentasi gw lagi..

lil confession

waktu gw pulang dari setengah-jaga di RSF...
kakak ipar gw (mba nina) bertanya lagi,
"jadi, udah ada ppds yg menarik?"
I said nothing.
but the real answer is...

sebenernya ada ppds yang menarik.
he's too-damn-good. he's so hot that I melted.
but, he's unreachable.
how can I reach him if we just met twice? I haven't seen him again since that day. though I have his number, though he taught me a lot, I don't dare to reach him again.
I'm not an aggressive one.

"jadi sebenernya ada yang menarik? atau ada yang tertarik? atau ga tertarik sama skali?
atau emang ga nyari?"
-= yaa sebenernya ga gtu nyari juga... sejalannya aja..

So Long Anesthesiology

dan akhirnya gw selesai juga modul Anestesiologi..
bener2 seneng dan sedih bisa keluar dari anestesi.

Seneng karena akhirnya masa jabatan gw sebagai ketua rombongan berakhir.

Sedih karena sebenernya di anestesi itu menyenangkan. terlepas dari 3 hari terakhir dan 3 hari pertama..

3 hari pertama itu,
gw sebagai ketua rombongan, yang mana gw lagi sakit... bener2 lagi akut bgt. status fisik gw: ASA 2 dengan sinusitis kronis eksaserbasi akut.
udah gtu, gw banyak yg masih harus gw urus. gw kejar2 ke mba dede. yang mana dia emang lagi ribet juga..
mostly gw kerjain sendiri.. mungkin karena emang gw sdikit obsesif-kompulsif jadi gw lebih milih ngerjain sendiri. gw baru minta tolong kalo emang gw udah teler bgt.
dalam 3 hari itu aja gw udah kena marah ama ibu kepala IBP. apa salah dan dosa gw ama dia sih?
yang bikin gw mesti muter otak secepat mgkn supaya temen2 gw ga terlantar.

dan 3 hari terakhir.. adalah hari2 paling melelahkan selama gw di anestesi.
3 hari ujian. sebenernya gw ujian di 2 hari terakhir aja. tapi karena gw ga enak ama temen2 gw. dan gw yang dikabarin, akhirnya gw berusaha bertanggung jawab demi kelancaran ujian temen2 gw.

dan bukannya gw ga ikhlas jadi ketua rombongan.. entah kenapa ujian gw dipersulit padahal gw udah banyak berkorban buat temen2 gw..

penguji diganti. well, sebenernya hal kaya gtu lumrah aja di anestesi karena jumlah staf mereka yang available emang ga banyak.

tapi emang penguji pengganti gw itu bikin emosi, bikin gw pengen nimpuk dia.
padahal, selama hari2 di anestesi, dia termasuk baik2 aja ama gw. termasuk mengasihani gw sebagai ketua rombongan plus sakit pula..

apa salah dan dosa gw sampe gw mesti ujian ama dia? bahkan saat gw mestinya bukan ujian ama dia, dia muncul begitu aja memperkeruh suasana gw.

hari terakhir, gw udah ga belajar buat ujian lagi. padahal 3 ujian numpuk di 1 hari. tapi gw emang udah teler banget. sampe rumah tinggal tidur, dan ga ngerasa bersalah sedikitpun karena ga belajar.

saat gw berpikir gw akan ujian dgn dr.AP di OK, kenapa yang nongkrongin ujian gw malah dokter yang sehari sebelumnya udah bikin gw emosi gara2 ujian ama dia.

Untung PPDS anestesi baik2 banget... setelah gw emosi ama si Dokter-Itu, gw masih mesti KPAin pasien ujian.. saking gw lagi emosi plus cape berat... gw cerita aja ama PPDS2 yg emang mesti KPAin pasien itu.. thanks bgt buat dr.Igum/dr.Ardi-dr.Yoga... thanks udah ngedengerin keluh kesah gw gara2 Dokter-Itu.
dan thanks udah ngebantuin gw di OK waktu ujian..
thanks buat dr.Ardi yang udah ngebisikin jawaban ke gw dan menyelamatkan gw dari terkaman Dokter-Itu.
thanks buat dr.Igum yang sepertinya mengerti penderitaan gw.. hahaha..
oia, thanks juga buat dr.Dedy, chief yang ngebantuin gw waktu preoksigenasi dan laringoskop.. ETT gw masuk!!yeaa!!

well..
sebenernya anestesi menyenangkan.
ditambah lagi, banyak PPDS cowo yang baik2 banget (gw ga bilang ganteng lhoo), yang welcome banget ama koas2..

tapi kalo selama 3 minggu di anestesi, PPDS cowo yang baik ama gw, ga ada yg ngalahin dgn dokter yang pertama gw di OK tapi kemaren pas terakhir gw di OK lupa ama nama gw.

yang kedua, residen yg stase di RSP, dr.Erizal.. rombongan gw EFC (Erizal Fans Club..hahahaha) rata2 lebih dari 50% logbook ditandatanganin dia.. he blindly signed anywhere you ask.. hahaha..

another afternoon post

gw sebenernya ga enak ama dr.A
-ketauan fesbukan padahal lagi stase,
-ngambil tempat duduknya, dan dituduh ngembat gado-gadonya dia juga.
-ngejatohin pulpen gw depan muka dia..
malah sebelumnya gw sempet underestimate dia, gw pikir temennya itu yang lbh senior dari dia.

eh, taunya malemnya gw jaga bareng dia.

sebenernya dia baik.
tapi, gw sempet ga ngehargain dia..
masa waktu gw dan Eni jongkok depan kamar pulih mo ngebahas daftar pasien,
dia nanya, "ngapain kalian, 'dek?"
gw - ngomong tanpa saringan- "pasang togel dok!"

tapi impaslah...
ceritanya tadi pagi gw bangun jam5. pipis trus solat subuh.. saat gw kembali ke tempat tidur bersiap2 nerusin tidur lagi, dia udah mulai berberes pengen cabut. trus dateng temannya, dan saat lampu masih mati itu.. dia cabut bgtu aja, ga bilang2 mo pulang..

trus Eni bangun, kita mikir minta tanda tangan logbooknya pas di RSCM aja,, kita tau dimana mencari dia..
saat Eni mo solat, Eni melihat sebuah henpon tak dikenal tergeletak di meja...

ga lama, dr.A balik lagi..
gw: ketinggalan henpon ya dok?
dr.A: iya, ama kunci mobil juga.
*bodoh!*
makanya dok, kalo mo pulang bilang2... klo mengendap2 gtu, ketinggalan barang2 kan...

the forth day

It makes My Day!

Udah empat hari gw jadi ktua rombongan anestesi..
Pfuif... I know I'm whining...
I'm a mess.
Ngurus jadwal aja ga becus..
Atau emang anestesinya yang rempong??

Tadi pertama kalinya stase di OK IBP. Kemaren gw udah KPAin pasiennya... Ppds anestesinya, dr.O, udah kpa. Tapi gw sempet ketemu di PW,jadi smpet kenalan dulu dan dikasih tau ama dia. Dia memberikan harapan kalo pasien itu bisa di intub.
Tapi ternyata pasiennya ga jadi anestesi umum (walau pada akhirnya di anestesi umum juga).
Well, i'm not disappointed.. Dr.O tetep ngajarin gw walau gw ga nanya..
Trus td itu operasi bedah plastik.. Ama si dokter Artis itu.. And I think I'm going to like plastics.. Sayangnya gw itu careless.. Tapi klo gw lagi kompulsif sih bisa rapi. Tapi yang jelas, gw harus nyobain dulu.. Baru gw tau apakah gw bener menyukainya apa engga.
Selama 4 jam di OK juga gw ga ingusan ataupun batuk.. Baru pas udah saatnya gw pergi gw batuk2..

The point is, dari baru bbrp hari yg dilewati di anestesi yang ga ada yang bisa gw nikmati, akhirnya gw bersemangat lagi setelah stase tadi.

Sekarang gw lagi jaga di IGD. Sejauh ini sih aman2 aja..
I think, there's a theory that
You may get something reversal to what you expect much.

another modul has ended

we're going to miss forensics.
biar cuma 3 minggu di forensik, tapi seru dan unforgettable.
yang kelompok kita dapet belum tentu didapet di kelompok lain.

- bedside teaching pemeriksaan luar dan pemeriksaan dalam waktu hari kedua masuk aja pake 2 mayat tenggelam

- diajak dr.Abdul Mun'im Idries, SpF nonton persidangan kasus Ryan yang mutilasi itu... udah pengadilan negeri depok yang out of nowher, seru gtu ngeliat dr.Mun'im jadi saksi ahli..

- ada KLB..Kejadian Luar Biasa.. tabrakan KM Rimba.. alhasil, semua orang minimal 1x waktu jaga dapet mayat tenggelam korba KM Rimba yang ada belasan itu. well, kita udah puas ngerasain tuh bau busuknya buto ijo/green man..

- ada artis yang mati dibunuh yang sempet di PL ama temen gw


trus gw juga ngeliat yang aneh-aneh...bukan yang horor-horor.. cuma unik aja.

- salah satu korban tenggelam, punya tato ditempat yang janggal. BATANG PENIS. tulisannya BOMB. hahahahah...
gw kira dulu cuma becandaan aja ada yang tato di penis tulisan ADAM yang kalo ereksi tulisannya jadi AmsterDAM. abis gw ngebayangin menato disitu aja udah ngilu...
mungkin BOMB kalo ereksi tulisannya jadi BOMBER. hahaha.

- waktu gw jaga, sekaligus gw jadiin bahan ujian gw... mayat korban kecelakaan lalu lintasnya bagus banget. kelindes kendaraan besar (soalnya jejas ban-nya kayanya ban ukuran gede). kepalanya gepeng. iganya patah-patah. yang bikin uniknya:
pada lengan atas kanan sisi dalam terdapat benjolan yang dapat digerakkan ukuran **x**cm (gw lupa ukurannya). nah, sebenernya ga tau itu isi benjolannya apa, karena tidak dilakukan bedah mayat... cuma, kecurigaan dr.Wibisana W,SpF , kemungkinan itu JANTUNG. tapi harus diliat dengan bedah jenazah dulu. tapi klo ngeliat benjolannya bisa digeser dan masuk ke rongga dada, dan bentuknya yang khas jantung (keliatan apex-nya dan seukuran kepalan tangan)... kayanya sih jantung. dr.Wibi aja selam 40thn jadi dokter baru kali itu ngeliat kaya gtu.

kita bakal merindukan internetan dan bersantai-santai nih...
we have to get back to the real life that we're living as med student, lots of tasks and sleepless nights.

bad mood on saturday morning

temen2 kelompok c3,
Maaf ya hari ini pas jaga besar forensik perilaku gw ga menyenangkan.
Gw lagi bad mood. Bad tempered.
I'd prefer being alone rather than loud crowd.
It annoys me.
You may call me twat, snog, whatever for whining this thing.
Gw ga tahan bising, ga tahan berisik.

Sampai saat ini, gw masih badmood.
Bawaannya pengen marah2, mengumpat pake kata2 kasar.
Kalopun ngomong biasa, pasti nadanya jutek..
I don't like this episode.

Gw lagi mencari kesenangan untuk membangkitkan mood gw lagi nih...

Pasta, pizza, and strawberry milkshake

kapan lulus?

saat ini lagi kuliah forensik.
setelah kemaren gw diusir ama kakak gw ga boleh masuk rumah gara2 ikutan otopsi mayat tenggelam, hari ini gw cuma kuliah aja seharian..
fesbukan aja terus.
klo ga fesbuk, ya buka situs gosip... eonline ama perezhilton.

it starts to make me think...
gara2 abis foto2 dikelas yang lasngsung gw upload di fesbuk, gw jadi ngeliat album foto wisuda temen gw.
baca: temen SD gw, Liza a.k.a Bebek (Hi bek!!)
dia udah jadi sarjana hukum aja..
gw disini,, abis ketawa2 ga terpikir kapan gw wisuda. wisuda S.Ked..
mestinya gw terpikir.
malah udah dipikirin...
riset gw, yang jadi syarat wisuda, blm gw selesein juga..
tadinya pengen gw selesein lagi forensik (which is now), tapi entah kenapa baru 3 hari di forensik kerjanya cuma ketawa2, internetan ama makan mulu...

akh.. bikin gw sedih aja,, kapan gw lulusnya?

it really breaks my heart to see someone I went to school with has already graduated from college, but I just sit here writing a blog post, instead of listening to the lecture, and not knowing when I will graduate and what I will do if I graduate

the famous medical speciality aptitude test

okay...
I have taken this test before few months ago..
http://www.med-ed.virginia.edu/specialties/Home.cfm
I don't really remember the result, I just remember the top2,
1. ophtalmology
2. otolaryngology
comment:
I used to want to be an ophtalmologist, when I was 5. I went to Jakarta Eye Center for my grandma's cataract operation... I felt so dazzled. but it was before my eye accident and turned me to be terrified of that small organs (read: eyes). I never think of ophtalmology. ever!
and otolaryngology,,, after I passed that modul, I'm thinking of it too... It's interesting and the only modul that left footprint in my mind (because of the searching for the damned med record).

I was tagged by a friend for taking the test few weeks ago, but I was too tired to answer the 130 repeated question again...
but I took it again today... I just felt bored today, and took the quiz for fun..
I'm quite satisfied with today's result..

Rank Specialty Score
1 plastic surgery 42
2 urology 41
3 otolaryngology 41
4 ophthalmology 41
5 nuclear med 41
6 dermatology 41
7 gastroenterology 40
8 colon & rectal surgery 39
9 anesthesiology 39
10 radiology 39
11 emergency med 39
12 radiation oncology 39
13 occupational med 38
14 general surgery 38
15 thoracic surgery 37
16 obstetrics/gynecology 37
17 orthopaedic surgery 37
18 pediatrics 36
19 neurosurgery 36
20 pulmonology 36
21 cardiology 36
22 general internal med 36
23 med oncology 35
24 pathology 35
25 psychiatry 35
26 physical med & rehabilitation 35
27 aerospace med 34
28 neurology 34
29 hematology 33
30 nephrology 33
31 rheumatology 33
32 family practice 31
33 allergy & immunology 31
34 infectious disease 30
35 preventive med 30
36 endocrinology 29

funny that it's true that I'm not good in specialty from #28 to last.

Blog Archive


Free chat widget @ ShoutMix