twit-quotes-nov09
i just want to collect some of my own quotes that i made on my twitter. i'll start resuming my tweets every end of the month.. since i just start from this month, i cover the months have passed since i actively twittering.
-NOVEMBER 2009-
spilling the secrets is like pinching my furuncle-like pimple. it's itching, but if i do it, i'll make scars. 3:22 PM Nov 29th
you know what hurts? believing what u want to hear, what u want to see, and what u want to believe, but all those are just never there. 6:44 PM Nov 25th
yes, i've been overthinking or overreacting. but i like that this cold heart beats again. at least i know i'm alive. 3:32 PM Nov 24th
i like hitting my head to any hard objects now. it makes my head feel better. 4:12 PM Nov 22nd
one other thing money can't buy: time 2:46 PM Nov 9th
-OCTOBER 2009-
i now prefer plugging my ears . it's not that I'm not grateful with my hearing. i think i need to learn diminishing unnecessary sounds. 6:02 PM Oct 25th
-SEPTEMBER 2009-
i can't be a junkie, right? i'm just addicted to a pain killer. 8:57 PM Sep 18th
-AUGUST 2009-
membuat pembenaran sendiri: 'ga ada kata terlambat utk mulai belajar' ;p 8:35 PM Aug 30th
-JULY 2009-
okay, i'm fasting.. hold all emotions. 8:37 AM Jul 24th
the enemy of my enemy is my ally. 2:05 AM Jul 17th
-JUNE 2009-
research needs sacrifices 4:39 PM Jun 3rd
i have twitter account since january 2009, but my first tweet was on March, and just actively twittering since May.
Monday, November 30, 2009 | Labels: contemplations, daily dose, quotes, trashes | 0 Comments
OBGYN talks
kalo kemaren, bagian pertama gw adalah pediatrik.
sekarang gw udah 5 minggu di bagian kedua: obstetri & ginekologi.
warning: it's a long post. about 4 topics in 1 post.
---
dulu.
DAHULU.
gw sempet kepengen jadi dokter obgyn. bahkan mungkin itu salah satu cita2 gw kenapa gw pengen jadi dokter saat gw kelas 3 sma.
kalo dulu, waktu kecil, gw pernah bilang kalo gw pengen jadi dokter mata.
latar belakang keluarga gw ga ada yang dokter. jadi gw ga ngerti bagaimana kehidupan dokter sebenernya.
dengan segala idealisme masa muda yang gw punya waktu itu, gw pengen jadi dokter karena pengen nolong orang. dan kayanya, kalo nolong ibu bersalin kita bisa nolongin dua nyawa sekaligus, kayanya baik banget profesi dokter itu.
tapi...
seiring berjalannya waktu.. pupus lah keinginan gw untuk jadi obgyn.
pertama, no offense, kalo gw cukup seneng dengan nolongin ibu bersalin aja, ngapain gw susah2 jadi dokter, kenapa ga gw masuk akademi kebidanan aja.
kedua, obgyn itu cape. cape nungguin inpartu. dan kalo di rscm, entah kenapa capenya lebih banyak lagi.. dan kayanya nasib dokter obgyn itu ga enak kalo misalnya malem2 harus nolong partus.
i like emergency, but i don't think it's the life i want to live in.
---
obgyn udah 5 minggu..
gw udah jaga 7 kali dari total 10 kali jaga.
temen2 gw sempet ngeledekin gw doyan jaga. padahal sih itu karena nasib naas gw aja.
minggu ke-1: gw jaga perdana, jumat pertama, di RSP
minggu ke-2: jaga di RSCM
minggu ke-3: jaga di RSCM (lagi) + jaga di PKM Ciracas
minggu ke-4: jaga di PKM Ciracas (lagi) + jaga di RSP
minggu ke-5: jaga di PKM Cakung.
masih ada 2x lagi di PKM, dan 1x lagi di RSCM.
walaupun jaganya sering, gw baru nolong partus 2x. belom ngerasain nguret. belom liat SC.
entah kenapa gw sering dapet kasus emergency kalo jaga di RS. jadi lebih ribet nanganin emergency-nya daripada nolongin partus.
dan entah kenapa, gw sering banget apes saat-saat injury time.
injury time versi kakak gw adalah, saat-saat 1jam-30menit menjelang jadwal jaga selesai.
pernah, udah 30 menit lagi udahan, udah siap2 minta ttd logbook... tiba2 dateng 4 pasien baru.
sebenernya, kalo jaga, lebih dapet capenya aja.
jarang dapet tindakan.
jarang dapet ilmunya juga.
tapi yaudahlah... gw juga ga ngotot di obgyn ini.
gw ga tertarik ma obgyn lagi.
pengen cepet2 lulus modul ini. (amin).
---
di Obgyn ini,, gw jadi terpikir..
i'm a woman. and someday i'll sit on that obstetric chair. whether for gynecologic exam or for laboring.
someday, gw yang bakal diobok-obok untuk periksa dalam.
gw terpikir.
siap ga gw untuk berjam-jam kesakitan utk bersalin?
apa gw milih jalan pintas dengan sectio ceasarian?
i haven't decided.
yah, gw sih lebih milih mikirin yang lebih deketnya dulu..
siapa pria yang mau menanam benihnya di gw.
gara-gara obgyn juga nih..
pikiran gw yang udah kotor jadi makinan kotor.
apalagi kelompok kecil obgyn gw jadi binal smua.
bahkan gw dan liya bisa ngeracunin diana jadi binal juga.
---
dan terakhir, di obgyn ini gw menyadari kalau hati gw ga sedingin yang gw pikirkan.
beberapa hari yang lalu gw di poli onkologi.
adalah seorang ibu, 31 thn, pekerjaannya bidan, dan dia datang sendiri dari Sorong, Papua.
dari Papua dia dirujuk dengan kanker serviks stad IIb.
gw ga ngerti.
apakah dokter obgyn yang lagi ngambil fellowship di onko itu udah ga peduli saking dia sering nemuin kasusnya, atau apa...
bayangin aja,
dateng jauh2 dari Papua.
ke rumah sakit pusat rujukan nasional.
dan dokternya cuma bilang, tanpa kontak mata (sambil nulis status):
bu, ibu kanker stadium IIIa. harus di kemo dan radiasi.
gw cuma bisa terdiam. dengan kapasitas otak koas yang pas-pasan, gw juga ga mau sok tau di depan tu dokter.
tapi gw liat, kalo itu ibu udah berkaca-kaca...
ibu itu bertanya: ga bisa di operasi?
dokter itu akhirnya ngeh kalo itu ibu terdiam dan berkaca-kaca. dan masih dengan statusnya, cuma menjelaskan kalo ga bisa di operasi, dan pilihannya cuma kemo dan radiasi.
dan tu dokter juga sempet ofensif sama pasiennya.
pasiennya itu kan bidan, dia nanya ke pasiennya: bu, pernah pap smear?
ibunya ngejawab ragu-ragu. dokternya nanyain lagi: bu, tau apa itu pap smear?
duh dok,, kalo orang awam, gw masih maklum dia nanya kaya gtu. walaupun gw juga masih ga suka dengan cara dia nanya. tapi pasien ini seorang bidan. dia sendiri pasti bisa ngelakuin pap smear di orang lain.
saat di ruangan itu, pikiran gw cuma 2.
apakah selama ini yang diajarkan empati tentang bagaimana breaking the bad news cuma omong kosong belaka, atau apakah dokter ini emang ga punya empati?
dan gw terpikir, kenapa sih dia mesti gtu ama pasien? apa gunanya juga dia fellowship onko? toh pada akhirnya pasien onkologi akan dirujuk ke pusat rujukan. dan mungkin ga akan banyak yang bisa dia lakukan di praktiknya sehari-hari. kecuali kalo emang akhirnya dia bisa praktek di RS yang bisa menyediakan fasilitas itu.
ga ngerti ah..
padahal dokter itu cukup baik sama kita para koass, ngasih kesempatan buat periksa dalem. tapi gw kecewa aja ngeliat dia ngegituin pasien.
dan pada akhirnya,
gw menyadari kalau gw masih punya empati ama pasien.
gw ga seburuk yang gw pikirkan sebelumnya.
Saturday, November 28, 2009 | Labels: contemplations, meds hurt | 0 Comments
Bad things happen everyday
Maybe I don't have a heart. I've told you that I have tendency to have schizoid personality disorder which is sort of cold-heart, no empathy.
There were blasts in Jakarta yesterday.
Most of my friends (I read it on my facebook account), cursed the terrorist for those attacks. They blamed terrorist for any reason. and among my friends, I could say that I didn't have any emotions of what happened yesterday.
And here's my point of view.
I'm trying to see the bigger picture. I had felt - and maybe sort of forecasting (ask my dad if you don't believe it, I had told my dad) since before President election that there was something wrong happened and about to happen.
the world is no longer safe place. I said, the WORLD. Not Indonesia only.
I know people had that words since ages. but I was asking my dad few days ago, "What's going on with this world?"
since I don't have anything to do this holiday, I spent my days just watching TV and internet browsing. the more I watched, the more I knew bad things happened.
I was not too noticing what happened in World news. because all local TVs mostly covered the news of Michael Jackson's death. I just remembered about plane crashes and Iran election.
I was more noticing about local news. Lots of bad things happened. I don't care about election, I used my voice in not-voting.
- there were fires everyday. a gas or stove explosion, but happened almost day by day. were people just being the same reckless everyday?
- there was hot mud explosion in East Java that seemed never coming to an end.
- there were mysterious shooter attacks in Papua.
- there was 15 billion rupiah robbery.
- there were swine flu which getting more pandemic.
Not to mention some news of personal reckless like a car fell from 2nd floor, suicidal attempts, new students death of bullying and babies death because their parents missing.
And I knew, those news were not relate each other.
but didn't you see the big picture that Bad things happened everyday.
and yesterday was the big one.
suddenly people showed their empathy and other emotions (read: hatred by cursing terrorist).
suddenly people cared about each other, cared of Indonesia.
what do people feel about the news I mentioned above?
Nothing!
people just freaked out because the blast happened just before Man Utd arrived in Jakarta. It would show that Indonesia was not a safe place.
Indonesia is not a safe place, People!
but Indonesia is a beautiful place.
though I haven't visited most places in Indonesia, I know Indonesia is beautiful.
Stop cursing, people! Stop being bad mouth and bad thinkers.
I'm not pro terrorist. and I said, I'm not good with empathy.
instead of cursing, you'd better do what you can do.
if there's nothing you can do, then it's better you do nothing rather than being bad mouths.
in conclusion,
I said that the world is no longer a safe place.
bad things could happen anytime, anywhere.
who knows, maybe today is the end of the world. or just the end of your life.
and you may hear these words so often: do your best, let Allah do the rest. spend more time with your loved ones, your family and friends. because you only know what you've got til it's gone.
Saturday, July 18, 2009 | Labels: contemplations, daily dose, opinion | 0 Comments
no more fooling around
Semalem kakak gw appendisitis akut dan appendektomi cito.
I was too much fooling of him.

Kakak gw itu gendut banget. Sejak gw lewat anestesi, gw udah bilang, klo sampe dia dioperasi bakal nyusahin anestesiologisnya. Gendut, leher pendek, Mallampaty 3 atau 4. Pas pasang IV line aja susah bgt.Tadinya kakak gw mau diSpinal, tapi ternyata susah.
Dan mba nina juga pernah membahas beberapa bulan yg lalu waktu kaka ari pernah sakit perut, kalopun mesti op usus buntu kasian operatornya bakal susah nemunya karena ketebelan lemak,,ga ketemu peritoneummya.
Dan ternyata, semalem appendix kakak gw emang ga ketemu. Ga berada ditempatnya. Tapi nempel ke usus lain dan nempel ke belakang hati. Jadinya operasi besar. Too much bleeding that he need transfusion.
Akhirnya operasinya selesai dalam 4jam. Dari 20.30-00.15. Dan kakak gw mesti masuk ICU. Semalem gw udah kaya lagi jaga malem aja.
Moral of the story,
Tindakan apapun jangan pernah dibecandain, jangan pernah disepelein.
Mungkin operator&anestesinya "nyepelein" appendektomi yang operasi sedang, yang bisa selesai 2jam. Seperti yang gw sendiri pikir.
Never underestimate and fooling around of any operation!
Friday, June 05, 2009 | Labels: contemplations, daily dose | 1 Comments
VISIT INDONESIA!!!
yeah! sure, please visit Indonesia.
pada awalnya gw termasuk "mencemooh" kampanye Visit Indonesia year 2008. bikin logo burung garuda aja ko ampe 2 milyar.
tapi sekarang, saat ini, gw punya cita-cita baru:
Keliling Indonesia
cita-cita jadi dokter sih masih... sempet terpikir kalau lulus jadi dokter, gw PTT ke daerah yang terpencil. bukan karena distribusi dokter yang kurang, tapi karena pengen liat sisi lain Indonesia sekaligus liburan. tapi setelah gw pikir2, dan setelah gw utarakan ke orang tua gw, kayanya mereka ga setuju.
gara-gara gw sering liat iklan ttg WOC (World Ocean Conference) yg diselenggarakan sekarang di Manado dari beberapa minggu yang lalu,
dan gara-gara liat iklan nicholas saputra di Channel V bahwa dia punya obsesi untuk mengunjungi 17,000 pulau Indonesia,
gw jadi terpikir kalo gw sangat belum melihat Indonesia.
gw lagi merencanakan liburan panjang nanti: lombok-mataram-p.Komodo.
mulai cari-cari info di internet.
salah satu situs bagus yang boleh diliat: Potlot Adventure
Gosh! Banyak banget tempat bagus di Indonesia yang bahkan ga pernah terpikir ama gw.
Mungkin itulah alasan kenapa gw belum benar-benar bisa mencintai Indonesia. as an Indonesian, I don't even know the beauty of my country. fool me.
I really want to travel Indonesia!
Saturday, May 23, 2009 | Labels: contemplations, informations | 0 Comments
to the election day
Mulai sadar ga kalo pemilu itu 30hari lagi?
Ini pemilu pertama gw lhoo..
Waktu tahun 2004 gw blm 17thn, jd blm dpt hak suara.
Ada kampanye kalo Golput (golongan putih: tidak memilih) bukan pilihan yg bijak.
Tapi mo gmn?? Gw ga tau mau milih apa. Gw bahkan ga tau tujuan mereka apa.
Sama aja kaya beli anjing dalam karung. (berhubung gw pecinta kucing, jd gw ga pake perumpamaan kucing)
Lantas, apakah cukup bijak untuk memilih sesuatu yg ga diketahui itu apaan?
Ada beberapa partai yang punya dana kampanye besar yg sering iklan di TV hampir setiap hari dan bbrp jam sekali..
Well, itu cuma iklan. Gw ga ngerti maksud partainya apa. Yg gw tangkep, bahkan sblm dikasih tau KPU, klo partai itu punya dana kampanye yg besaRRR.
Ada lagi partai yg ngebanggain pemimpinnya karena berhasil nurunin harga BBM sampe 3kali. Emangnya kaya gtu pantes dibanggain? Sebelum ada iklan itu orang2 juga tau kali kalo itu motifnya kampanye.. Lagipula harga minyak emang lagi turun, justru klo ga diturunin artinya emang dia yg salah.
Kayanya sekarang iklan yg itu udah ga ada semenjak depo Pertamina di Plumpang meledak.. Atau gwnya yg ga pernah liat??
Mengutip iklan KPU:
Gunakan HAK PILIH anda dengan CERDAS!
Tuesday, March 10, 2009 | Labels: contemplations | 0 Comments
i want to criticize something but i don't have the gut
prologue
okay.. gw akan bercerita tentang sirkumsisi (sunatan) yang gw ikutin kemaren.
gw ga ikutan sirkum yang diadain membawa nama FKUI.
jadi gw diajakin temen SMP (revika) yang punya kenalan dokter. dokter itu mau adain sirkum bersama teman2nya di Permata Timur (daerah Pondok Kelapa). gw sebenernya ga tau tu dokter dari mana. dan yang pasti bukan dari UI. karena pas temen SMP gw yang lain yang juga anak FK tapi dari Trisakti (herry), gw melihat mereka senang karena satu almamater.
i felt lost. sebenernya gw nemu adek kelas gw. gw yakin dia anak 2006. gw yakin dia anak tbm. tapi gw ga tau namanya. gw jg pengen negor dan pengen ngerasa "eh, gw jg punya yang se-almamater nih" tapi ga gw tegor karena dia cowo. dan mestinya dia yang negor kakak kelasnya duluan. dan dia ada disana untuk dokumentasi. he brought his nikon everywhere.
for your information. sebelumnya gw jg ga pernah jadi Op sirkum. tapi gw pernah liat sirkum yang diadain temen2 gw.
dan gw juga tau cara membedah dan menjahit. gw udah sering melakukannya ke tikus2 riset gw. dan mba nina ngajarin gw menjahit. a surgeon taught me how to stitch.
and so does the Basic Clinical Skill.
Main Story
mungkin gw masih belum berani menjadi orang yang vokal. i still doesn't have the sharp and smart brain... jadi gw belum berani mengkritik. kemaren gw cuma observing aja. here are the report of my observation.
jadi dokter2 ini men-sirkum memakai cauter. alat semacam besi panas kaya solder yang bisa dipakai untuk motong kulit. biasanya klo gw liat sirkum temen2 gw, kita pakenya gunting dan pisau. bukan besi panas kaya gtu. gw ga tahan banget sama bau gosongnya. sampe2 tu bau terngiang2 di kepala gw sampe malem. padahal gw pembantaian tikus2 riset gw aja, gw ga terganggu bau tikus-eter-darah-kotoran tikus.
gw ga ngerti apakah dokter-dokter itu diajarin teknik steril atau engga selama pendidikan dulu. gw rasanya udah ampe berkarat di otak kalo tindakan invasif itu harus steril. tindakan apapun harus a dan antisepsis dulu.
here are their mistakes that i'd want to criticize, but i didn't have the gut to tell it right through:
- sarung tangan/gloves/hanscoon yang dipakai bukan hanscoon steril. hanscoon yang dipakai langsung dari kotak yang biasa gw pakai kalo praktikum. ga pake direbus untuk disteril dulu.
- udah hanscoon-nya ga pake disteril, ada aja dokter yang tetep ga pake hanscoon dari awal mulai sirkum, sampe selesai nyunat 15 anak. udah gtu, dia juga ngebiarin asistennya ga pake hanscoon jg. padahal, mereka kan megang2 daerah yang mestinya steril.
- kalaupun pake hanscoon, dokter2 itu juga ga ganti hanscoon untuk pasien berikutnya. bahkan dokter2 itu juga udah megang barang2 yang menurut gw juga udah ga steril. udah ga ganti hanscoon gtu, tetep aja dia megang2 daerah penis yang mestinya steril.
- ini nih yang paling mengganggu gw, alat2 bedahnya bahkan tidak disteril. bahkan ketika udah ganti pasien pun dokter2 itu make aja tu alat langsung ke pasien berikutnya. gw aja, yang tiap riset pake alat untuk tikus berikutnya aja, paling engga masih dicelup ke povidon iodin (betadin) dulu, baru dipake untuk tikus berikutnya. ini: boro2 direbus steril lagi atau dibakar di baskom, dicelup ke betadin aja engga. cuma dilap pake kasa aja trus dipake untuk pasien berikutnya. (oh my god)
- there was no aseptic and antiseptic. dilumuri betadin cuma di penis dan skrotum aja.. ga sampe ke paha, perineum, perut bawah.. dan ga dipakein duk steril. di biarin aja tu barang nganga ke mana2.. ga ditutupin duk sbg antiseptiknya.
- .....(ga inget lagi gw)
sebenernya gw gatel banget pengen nanya2in itu ke dokter2 yang ada disana. kenapa mereka masih melakukan hal-hal tadi padahal itu salah.
gw sebenernya pengen banget ngasih tau. gw jg sbenernya pengen belajar sesuatu disana. makanya gw cuma observing how to use the cauter. tapi gw ga tahan banget ngeliat cara mereka ga ngehargain pasien dengan ga menjaga kesterilan tindakan mereka.
apakah mereka segitu kurang dana sampe ga nyuruh orang untuk mensterilkan alat? engga koq. buktinya gw asistensi aja dibayar dengan jumlah lumayan.
apakah mereka segitu terburu2nya mengejar menyunat 150 anak untuk selesai sebelum makan siang? yah.. mungkin aja.
tapi apa artinya cepet selesai tapi ga menjaga keselamatan pasien?
gw udah ngalamin itu ke tikus2 riset gw. i was in the good mood. me and my team performed the laparotomy so fast. like it was just 15 minutes each rat. tapi akhirnya tikus2 itu juga cepet matinya.
yah.. ambil pelajarannya aja deh. gw jangan sampai melakukan kaya gtu ke pasien gw nanti.
gw juga salah sih ga ngasih tau dan ngingetin mereka. tapi siapa gw? (kayanya gw krisis rendah diri deh... dan krisis ga bisa ngungkapin langsung isi pikiran)
Monday, July 07, 2008 | Labels: contemplations | 2 Comments
what is your story?
Belakangan ini gw terpikir. Sering banget film Hollywood berupa biografi seseorang. At least, every movie has a story. Every story always have good people (the protagonist) and the bad people (antagonist), the supporting role.
Belakangan gw berpikir. Gw hanya seorang figuran dalam perkuliahan sehari-hari. Gw bukan pemeran pendukung, apalagi pemeran utama. Pemeran utamanya adalah teman-teman gw yang pintar2 dgn IPK 4,00 dan rajin bertanya di kelas. Pemeran pendukung adalah temen2 gw yang sering nanya juga, but they just ordinary.
Dan kalau peran gw disitu cuma figuran, yang mana cuma untuk menuh2in kelas, jelas itu bukan my-story.
Gw juga sekedar pemeran pendukung dalam kehidupan keluarga gw, kehidupan pertemanan gw. Gw cuma pelengkap cerita. Mungkin cerita tentang gw ada, tapi bukan gw yang penting dalam cerita itu.
Emang sih, supporting role itu juga berperan dalam cerita. Makanya peran tersebut juga dapet penghargaan dalam penghargaan perfilman dan pertelevisian. Kadang, dari satu cerita justru pemeran pendukung yang menang daripada pemeran utama. Well, it happens sometimes.
Jadi, bagaimana cerita gw sebagai pemeran utama? My school life, there’s nothing but ordinary. My love life, sucks! My family life, it’s nice but it’s just ordinary. My social life, so – so ... but it’s not interesting. What is my story?
yEah.. my story is just about to begin. I like drama.unpredicted.and happy ending. See what happens. I’m “writing” my story-line.
If someday I will tell anyone about my-story, what will it be?
Cause I want someday people remember my name, remember my story.
It’s not like i’m intended to be famous star.
Just thinking, when i’m not here anymore, will anyone remember me, remember my-story.
Monday, June 16, 2008 | Labels: contemplations | 0 Comments
21 - life experiences
Sebelumnya gw pernah menyebut di blog gw tentang life lessons. Menurut gw, beda dari life lessons dan life experinces adalah:
- lessons adalah sebuah goal, sebuah kesimpulan, sesuatu yang didapat dari pengalaman2.
- Experiences adalah proses untuk memperoleh sesuatu.
Ternyata mengumpulkan pengalaman lebih penting. Dari definisi gw tadi, you get lessons from experiences.
Gw juga ga ngerti knapa gw terpikirnya lessons dulu baru experiences. It might just flight of ideas.
Gw tersadarnya dari nonton film 21.
Jadi dari 3 film yg gw tonton dalam 2 hari ini, cuma 21 yang gw rasa worthed.
Yang pertama nonton Shutter. Nonton karena mau ngebandingin dengan versi aslinya. Klo gw kasih skor skala 1-10 = 6
Yang kedua nonton Sex and the City. Nonton karena mba nina. Nontonnya juga karena mau liat gmana dari serial TV jadi film bioskop. Lagi-lagi menurut gw nilainya juga 6.
Yang terakhir gw tonton, 21. sbenernya gw udah pengen banget nonton film ini karena Jim Sturgess-nya. Tapi setelah gw liat trailernya, ni film kayanya keren. Dan bener. I give 8,5 for this movie.
Why?
- jim sturgess keren, walau gw lebih suka dia dengan aksen britishnya daripada americannya.
- Ceritanya ga ketebak.
- I get lessons from this movie.
Somehow, it kinda motivates me now.
*spoiler alert*
there’s Benjamin Campbell (Jim Sturgess). He’s damn freaking genius (and handsome too). He’s got all the perfect score. He wants to study at Harvard Medical School. He’s already accepted. But he’s only problem is the damn tuition fee ($300K).
When he finds a way to get the money for his study, which is scholarship, the next problem is he doesn’t have impressive life experiences for his essay to submit the scholarship.
By his intelligent, he’s asked to join a team for playing blackjack in Vegas.
In the end, he has the impressive life experiences.
What motivates me?
- dia mahasiswa pintar, tapi dia harus kerja keras untuk mendapatkan uang untuk melanjutkan sekolahnya (I feel grateful because my parents still can cover my study and other expenses)
- yang akan membedakan kemampuan kita dengan yang lain adalah pengalaman hidup kita. Been through the bad times, even the worst time. You need to have impressive / dazzling life experiences if you want to be distinguishable, different, and extraordinary.
Bandingkan dengan gw sekarang. Situasi gw dan Ben Campbell, kita sama-sama 21thn (tahun ini gw akan 21, sekarang gw masih 20). Dan pengalaman hidup gw… datar2 aja. Ga ada yang spesial. Sementara dia udah melakukan banyak hal.
Gw ga tau ya, ini cerita aslinya gimana.. karena katanya film ini “inspired by true events”
Other morals of the story:
- Don’t let emotion control you. It won’t lead good things.
- Sometimes you have to change your choice/decision for other opportunities that might come because there’s a variable changes (I dunno what it is, I forgot the math).
Yea…
Life-words:
- find the joy in your life
- have an impressive life experience
Monday, June 16, 2008 | Labels: contemplations, reviews | 0 Comments
what if i didn't go to med school
tapi justru karena mereka apoteker, dan merasa udah belajar susah payah tapi kehidupan lebih menyenangkan dokter.. mereka lah yang menyarankan untuk jadi dokter.
dulu, klo gw ditanya orang mau jadi apa, gw jawabnya Dokter. though my heart didn't say so.
ya.. sampai satu titik balik dalam kehidupan gw, satu kejadian yang membuat gw sadar kalau kehidupan gw ini sebentar. kehidupan gw harus bermanfaat. bermanfaat bagi gw, dan orang lain. dan gw harus menolong orang lain. i want to save lives.
to ideal?
yeah.. it's my own motivation to be a doctor.
since then, with fully hearted i said i want to be a doctor.
back to topic, what if i didn't go to med school..
gw ga tau sih apa yang akan gw lakukan..
mungkin gw akan sekolah desain. atau sekolah fotografi. gw suka seni. mungkin ga banyak yang tau. dan kalaupun mereka tau, mereka pasti menganggap remeh kemampuan gw, dan akhirnya gw rendah diri dengan kemampuan gw itu. sebenernya kemampuan yang ga diasah kan lama-lama tumpul juga... but i love art.
gw ga tau juga sih..
if i didn't go to med school, mungkin gw didepak dari rumah (LEBAY)...
my parents - in some ways - still have control of my life... yes, they do. i'm still single, not yet married, though i'm getting 21 this year..
i'm lucky that my parents can support my education, my expense, and my life.
Thursday, May 29, 2008 | Labels: contemplations | 0 Comments
lated post
sebel nih...
sebenernya kemaren gw pengen posting. tapi ga kebagian internet ma kaka.
masa gw dikalahin ama main game online. kampret!
padahal kemaren tuh ada beberapa topik yang pengen gw sampaikan...
jadi, kemaren tuh gw sebel banget ama dokter di PKM (pusat kesehatan mahasiswa)..
pasalnya, dia ga membina rapport yang baik. padahal gw udah berusaha bersikap proaktif ma dia.
dr. X: ernadia keluhannya apa?
gw: nyeri perut bawah dok
dr.X: nyerinya dimana
gw menunjukan areanya (ditengah)
dr.X: dari kapan?
dateng anaknya dr.X yang gw tanya umurnya masih 3 tahun ke ruang praktek.
gw: jadi dari 2 minggu yang lalu saya urut. sebenernya urutnya karena leher saya sakit, pegel gara2 kuliah. kata tukang urutnya, saya turun bero. terus dia urut-urutin gtu. mulai besoknya saya nyeri.
anaknya mulai gangguin ibunya, ngerengek-rengek ngajak main.. ibunya udah usaha nenangin, tapi anaknya masih rese gtu.
saat mulai tenang,
gw: trus dok - (gw pengen ngomong ngeluhin yang lain tapi kepotong)
anaknya ngeresein lagi, bikin ibunya mulai sebel juga
dr.X: OO.. Saya yakin banget nyerinya itu gara2 trauma di urut itu.. saya yakin cuma nyeri otot
gw: tapi dok, udah 2 minggu.
dr.X: iya, saya yakin karena trauma otot itu. Makanya, lain kali kalau ga perlu diurut yang lain ga usah diurut aja.
dr.x mulai menulis resep yang isinya cuma Asam Mefenamat aja - si penghilang rasa sakit, dan memberikan ke gw.
dr. X: nih!
gw: makasih.
langsung gw cao! emang gw ambil obatnya. tapi belum sampe gw keluar dari ruang praktek itu, gw udah kehilangan rasa hormat ma dokternya.
dasar ya berobat gratis, ga bisa ngarepin apa2...
tapi dokter PKM yang sebelumnya ga seaneh ini.. dia masih menggali informasi dari gw, dia yang proaktif nanya2in gw. dia inisiatif pemeriksaan fisik gw utk menyingkirkan diagnosis yang lain.
ini apa2an..
cukup tau aja sih gw... mudah2an gw nantinya ga gtu..
jelas aja gw kecewa banget..
gw di "doktrin" untuk anamnesis yang baik, berempati, membina rapport, dan menggali informasi pasien sedalam mungkin.
ini, kacrut banget tu dokter. boro2 dia nanya2in gw untuk nyingkirin diagnosis yang lain.
malah gw yang proaktif cerita.
dia so' yakin banget.
dan yang gw ga suka, dia pake nyalahin gw urut. kalo dia nyalahinnya sambil becanda2, mungkin gw terima...
yah, intinya sih gw ga suka karena dia ga mau mendengarkan gw.
padahal gw pengen cerita klo gw udah dispepsi seminggu ini. (yang gw terpotong karena keresean anaknya itu..)
sumpah yaa.. jangan sampe nanti gw kaya gtu... mudah2an gw makin terasah dalam kemampuan mendengar dan menganalisis...
oia, satu catatan lagi, klo punya anak yang masih kecil, jangan bawa anak ke tempat praktek kalo ga bawa pengasuhnya. daripada gangguin praktek aja (kaya yg gw ceritain tadi)
----
trus kemaren gw ke seminar di STOVIA..
beneran lho, ngebangkitin rasa nasionalisme gw lagi.
tapi gw lagi males nulisnya,,,
abis kemaren saat gw lagi semangat pengen nulis, gw ga kebagian internet, dan emang gw ngantuk banget..
ntar gw post deh,,ga tau kapan..
makanya gw agak terganggu nih, klo gw punya pemikiran, punya sesuatu yang pengen gw tulis, tapi gw ga bisa nulis.
----
kemaren gw nonton Indiana Jones IV. seru banget...
sebenernya lebih karena mengobati rasa kangen nonton Indy. khas Indy bgt. lengkap dengan score-nya John Williams itu..
----
dan hari ini..
entah mengapa tiba2 gw merasa menyesal.
kesempatan di depan mata gw tapi gw lewatkan begitu saja untuk melakukan hal lain.
yeah.. regret always comes too late.
gila yaa.. jalanan jakarta macet banget hari ini gara2 BBM mau naik nanti malem..
dan gila yaa kakak2 gw,, lebih mentingin gameonline.. pengen gw uninstall aja tu game.. sayangnya internetnya sekarang udah di laptop kakak..
coba masih di laptop gw.. gw bakal smena2 uninstall. dasar gameonline penurun produktivitas kerja!
Friday, May 23, 2008 | Labels: contemplations, daily dose | 0 Comments
My Research Day - Surgery Day
capee..
hari ini cape.
bangun tidur aja rasanya juga udah ga enak..
tapi gw tau hari ini gw ada riset.. mesti bedah2 tikus.
untuk yang belum tau riset gw apaan..
yah intinya..
- gw mesti membedah tikus.
- lambungnya gw cocol pake asam asetat
- ditutup/dijait lagi dan dibiarkan hidup
- baru deh tikusnya dikasih paparan macem2 obat.
- dimatiin tikusnya, diambil lambungnya
nah. hari ini gw melakukan 3 poin diatas tadi. poin yang keempat baru gw lakukan setelah 3 hari dari sekarang.
hari ini jumlah tikusnya ada 24. karena kita ber6. jadi masing2 ngerjain 4 tikus.
dari 7.30 baru selesai 15.30. sempet istirahat 2 jam utk makan siang dan solat.
kalo ga lagi ngebedah, ya ngebantuin yang lagi ngebedah.
badan baunya ga keruan deh..
udah bau tikus, bau eter, bau asam asetat, bau povidon iodin, bau darah.. mabok deh.
yang mau gw ceritakan adalah pengalaman gw ngebedah2 itu..
setahun yang lalu gw pertama kalinya latihan bedah.. dari dokter pembimbing riset gw.
pembimbing gw riset itu bukan dokter bedah. as a doctor, dia juga punya skill bedah jaman dia masih pendidikan dulu, dan risetnya dia sebelumnya juga membedah2 tikus.
saat pertama kali gw ngeliat cara bedah gtu.. gw amazed. WoW!
trus kan gw preliminary dulu.. atau dalam arti lain, gw dan temen2 riset gw latihan membedah2 tikus dulu.
pertama kali gw melakukan bedah2 itu..
gugup.panik.keringet dingin. tremor.
pertama kali, gw takut2 gtu ma tikusnya.. ga tahan baunya..
dan yang pertama itu gw gagal.
kita udah sering banget "bongkar-pasang" tikus gtu..
sampe2, sbenernya skill bedah gw, yang gw dapetin sebelum pendidikan, justru dari riset.
kalau temen2 gw dapet skill itu dari Sirkumsisi (sunatan massal) dari kegiatan organisasi, gw malah belum pernah ikut sirkumsisi (padahal pengmas sering ada Sirkumsisi). entah mengapa, gw selalu ga bisa ikutan sirkumsisi. entah gw sakit, gw ada acara keluarga, sampai akhirnya gw terlupakan untuk diajak.
klo dipikir2,, sebenernya skill yang gw dapet dari riset ini jauh lebih berbobot daripada sirkumsisi. walau kondisinya berbeda. sirkumsisi itu ama manusia. riset gw ama tikus.
tapi, sirkumsisi itu cuma termasuk bedah minor.
sementara riset gw itu termasuk dalam laparotomi, yang sebenernya termasuk bedah mayor.
tapi, situasinya kan beda. yang satu manusia. yang satu tikus.
riset gw baru benar2 berjalan sekitar sebulan yang lalu.
maksudnya, benar2 operasi massal untuk memberi perlakuan pada tikus2 itu.
kita (kelompok riset gw) udah ga punya peri-kebinatangan lagi.. udah ga punya hati. udah kaya tukang jagal aja.
yang anehnya, modul kemaren, sekitar 2bulan yang lalu, ada KKD bedah dasar. padahal kayanya ga ada hubungannya sama Infeksi&Imunologi. KKDnya diajarin dari mulai memegang alat, sampai bermacam2 teknik menjahit.
emang lebih ngena belajar jahit-menjahit gni klo ama orang bedah. he taught me, he corrected me. yang anehnya, walau sebenernya gw cukup sering jahit-menjahit dikala riset, waktu KKD tetep aja gw gugup. well, it's like another first time for me. first time always makes me nervous.
dan saat gw nervous itu, mulai deh ada gerakan2 involunter macam tremor (padahal tangan gw ga gampang tremor).
untungnya dokter PPDS yang ngajarin gw baik banget ngajarinnya, perhatian gtu klo tangan gw mulai tremor...
"tenang aja.. ga usah buru-buru, ga usah panik... kalau mulai gerakan2 involunter, mulai panik, ambil napas aja...", he said.sbenernya itu adalah hal dasar dalam mengatasi nervous... but I sometimes just forget to breath..
makanya, sebulan yang lalu saat gw memulai riset, cara membedah gw udah lebih mending daripada sebelumnya..
bahkan saat tadi siang gw ampe mabok eter&asetat,, gw merasa lebih bisa melakukannya.
dibanding satu tahun yang lalu yang tingkat kepanikan tinggi dan ketololan yang parah...
sekarang, panik udah terkendali, tolol udah mendingan.. mungkin karena juga udah lebih sering..
sekarang klo panik saat riset (surgery time), gw inget si dokter PPDS itu,inget kata2nya..
bagi beberapa temen gw, riset gw ini seru banget. terutama karena ada bedah2nya itu...
andai mereka tahu,, betapa kita cape banget riset ini.. ngabisin uang banyak..
uang udah ga diitung deh.. yang penting risetnya..
yang bikin cape riset ini, mulai dari tinjauan pustakanya yang ampe keliling Jakarta bahkan ampe ke Bogor,,
dan saat riset,, badan tuh rasanya pegel2 semua, apalagi tulang2 punggung&pinggang.
sampe tadi kita makan siang, udah kaya kuli sawah.. ampe 1,5 jam, makan membabi buta..
dan begitu kita selesai ngebedah semua tikus, kita tetep kelaperan lagi.
emang sih seru, tapi pengorbanannya juga seru..
ayoo teman-teman riset,, mari segera kita selesaikan penderitaan riset ini!!
Saturday, May 17, 2008 | Labels: contemplations, daily dose, quotes | 2 Comments
live report from library
lagi-lagi kuliah dr. Farida selesai lebih cepat dari jadwal.
mestinya 1 jam, ini cuma 15 menit.
jadinya jam 8.15 gw udah ga ada apa2an sampai praktikum jam 1.
akhirnya gw ke perpus aja.
bikin tugas.
udah 2 hari ini gw bawa laptop (lagi) ke kampus.
kemaren gw ga kebagian wifi. sekarang sih lumayan.
sekarang gw udah selesai praktikum dan akhirnya kembali lagi ke perpus.
beberapa hal yang gw pikirkan sekarang..
entah mengapa gw jadi kangen InSitu.
sekarang perpus berisik banget. panas pula.
"It’s library. It’s supposed to be quiet" -InSitu
bener kata Insitu. gw gerah bgt di perpus.
gerah karena emang beneran panas.
dan gerah karena perpusnya berisik.
dan yang berisik itu udah bukan kita para krucil aja. tapi mahasiswa magister juga pada berisik.
mereka belum pernah ngerasain dimarahin InSitu gara2 perpus berisik apa?
dulu gw sempet sekali kena marahnya InSitu.
sebenernya bukan gw yang berisik. emang sih, gw saat itu lagi diskusi ama Paska. tapi, karena dia nanyain cara log in.
yang berisik itu si Yasmin. sekitar 5 meter dari gw.
tapi gw dan Paska yang lebih deket dengan InSitu.
jadi, kita deh yang kena.
kita sih ga ngelawanin.. sebenernya dia bener sih..
knapa InSitu jadi terkenal di angkatan gw padahal kita belum pernah bertemu InSitu?
jadi, waktu thn 2005 akhir/2006 awal.. Jaman gw masih tingkat 1.
InSitu pernah mengirim email yang ditujukan ke Dekanat.
isinya?
tentang perpus berisik. mahasiswa yang gak tau diri. and so on.
kalimat2nya pedes banget deh..
kita bisa tau surat itu gara2nya petugas perpusnya mengkopi-kan surat itu dan kasih ke kita yang saat itu ribut2 bgt di perpus atas.
kita sempet bingung, yang dimaksud InSitu krucil itu angkatan kita, apa angkatan lain.
untuk menenangkan diri sih, kita anggapnya itu angkatan lain.
klo menurut gw sih itu angkatan gw.
meracau ttg Malaria. jaman itu, salah satu topik modul riset adalah Malaria. yang mana masih tingkat 1 dengan ilmu yang masih cetek.. pasti racauannya ngalor ngidul ga jelas.
tapi... angkatan lain, yang mungkin lagi belajar Parasitologi, pasti bahas malaria juga.
perpus berisik nih..
daripada gw makinan menderita karena gw orangnya gampang teralihkan perhatiannya.. gw menyendiri aja di pojokan perpus bersama laptop, slide2 diktat, dan earphone (jadi gw ga denger berisiknya)..
sebel juga sih ngeliat pengunjung2 perpus itu. udah berisik, mending diskusinya ilmiah.. ini keterlaluan bgt. berisik tapi ada yang sambil main game. ada yang malah skalian nonton film Korea/Jepang.
emang sih, gw jg kadang ga melakukan hal akademis/ilmiah.. (contohnya nulis blog gni).. tapi paling engga gw ga berisik. gw ga mengganggu orang lain.
yaa.. wahai penghuni perpus... sadarkah kalian perbuatan kalian itu mengganggu orang lain?? buat apa kalian sekolah tinggi-tinggi.. empati digembar-gemborkan sejak dini.. tapi ga menghargai orang lain. orang ke perpus kan mencari ketenangan...
kalo yang berisik itu temen-temen gw sendiri, gw selalu berusaha untuk menyuruh mereka ga berisik.
tapi kalo orang lain... siapa gw? ga mungkin banget tiba2 gw negor tu orang untuk ga berisik.
emangnya gw InSitu.
-----
dari tadi disebutin InSitu.. who is she?
Namanya Indah Situmorang.
dulu itu dia Chief Residen Bedah.
sekarang udah lulus. seangkatan PPDS ama mba Nina.. dia temennya Nina. sekarang dia lagi kerja di Tembagapura, gantiin posisinya Nina dulu. (yang terakhir gw denger beberapa waktu yang lalu). dia emang terkenal galak (cerita kakak2 kelas gw). dia jg vokal, menyampaikan isi pikirannya. tapi sebenernya dia baik. mba nina jg sering cerita how good she is. If I were her.
Thursday, May 15, 2008 | Labels: contemplations, daily dose, quotes | 1 Comments
gara2 melamun
kenapa gw mesti ngelamun?
kenapa gw mesti berpikir saat gw melamun?
gara ngelamun,
gw menyadari botol minum gretongan-warna orange-yang suka gw bawa ke kampus belakangan ini cacat gara2 dicuci pembantu gw. dicucinya pake sikat besi apa?! dalemnya jadi lecet2 semua! gw kan ngeliatnya jadi sebel.. sementara gw orangnya perfectionist.. jadi gw ngeliat itu cacat jadinya gw sebel.. tadi udah pengen langsung gw buang aja saking sebel nya..
itu yang terjadi ama gw hari ini...
nah, gara2 lamunan gw yang lain... yaa.. beberapa hari yang lalu laaa..
gw jadi mikir, kenapa sih FKUI ga memberikan jalan untuk penyandang cacat (pengguna kursi roda). padahal kan sebelahan rumah sakit. pasien RSCM sering lewat di FKUI juga..
nih.. ya..
- di depan Kafetaria di pakein tanggul. gw ngeliat sendiri ada pasien RSCM jadi terpaksa makan diluar karena terhalang tanggul.
- tangga-tangga/undak-undakan di koridor kampus juga ga ada yang permukaan landainya.
- dan yang baru, tanggul depan perpus bawah.
kenapa ya FKUI ga bikin jalanan yg miring itu??
nah, klo lamunan gw yang satu ini teringat kembali gara2 ngobrol ma Nicko..
jadi, gw ga mau me-refill botol minum gw dengan air gratisan yang di Kafetaria. karena airnya kadang suka ada rasanya. gw kan males. air yang baik kan mestinya jernih, ga bau, dan ga berrasa.
dan akhirnya gw membeli akua gelas 2 buah.
temen2 gw menanyakan hal yang sama seperti Nicko, kenapa gw ga refill airnya Kafetaria...
pertanyaan berikutnya, kenapa gw ga beli akua yang botol?
coba dihitung.
1 gelas akua @ 240 ml = Rp 500,-
1 botol akua @ 600 ml = Rp 2000,- (kadang malah Rp 2500,-)
3 gelas akua = 3 x 240 ml = 720 ml = 3 x 500 = 1,500.
masih lebih untung beli akua gelas kan?!
emang sih,, jadinya lebih nyampah..
dan klo ga dipindahin ke tempat lain airnya ga bisa di re-use klo ga langsung dihabiskan..
ya,, ini kan namanya juga ngelamun..
kadang klo ngelamun kan suka mikir yang engga-engga..
yeah.. i'm a dreamer.. i'm a thinker..
tapi sayang, ga konsisten... dan yang dibayangkan/dipikirkan pun yang engga-engga. ^^
Wednesday, May 14, 2008 | Labels: contemplations, daily dose | 0 Comments
why don't he be a man?
Gw ga enak hati nih sebenernya..
Udah 3 hari gw “menggunjingkan” temen gw. Sebenernya bukan menggunjing-selalu aja berkelit untuk hal ini. Gw cuma menanyakan pendapat orang lain untuk mengklarifikasi pendapat gw.
Gw udah bercerita pada tulus,chi2,laras,kakak ian,kakak ari,ndit,farmut. Udah 7 orang gw ceritain ini dan gw tanya pendapat mereka apakah sama dengan pendapat gw.
Is he normal?
How’s the normal?
Emang agak jahat sih.. gw janji, gw ga akan menambah jumlah orang yg gw ceritain.
Gw juga ga ngerti kenapa gw jadi nanyain (cerita) ke orang2. padahal dia juga ga mengganggu kehidupan gw. But it’s getting annoying for us.
Satu hal yang pengen gw omongin ke orang itu seandainya ada kesempatan..
Sometimes we get more than our expectation. Sometimes we don’t get what we want. And sometimes we lose what we have.
It’s time for you to accept and learning to let go.
Grow up! And be a man!
Mungkin karena acara di global tv Be A Man itu membuat gw tersadar, that you have to Be A Man.
Wednesday, May 07, 2008 | Labels: contemplations, daily dose, quotes | 0 Comments
tempat lamunan yang terhalang public wing

gambar diatas gw ambil di Perpustakaan FKUI lantai 4, tgl 12 Januari 2007.
itu artinya gw lagi tingkat 2.
lebih kurang, setahun yang lalu.
dari tingkat 1 ampe tingkat 2, kalau gw nungguin dijemput mama, gw sering "nongkrong" di perpus atas. entah belajar, entah dengerin walkman,, yah.. gw nunggu aja disitu sampe mama udah sampe kampus.
ada spot favorit gw di perpus, yaitu tempat gw mengambil foto diatas. yaitu di belakang, deket kamar mandi (i'd rather say it's bathroom bcoz i ever took a bath there).
gw sering banget ngelamun disana. ngeliatin sunset dibalik bayang2 pencakar langit Jakarta. dari situ gw bisa liat menara Wisma BNI. pokoknya gw bisa liat gedung2 di Kuningan dan Sudirman.
sampe akhirnya ada proyek pembangunan PUBLIC WING. bangunan2 departemen ObsGyn, Psikiatri, dan Bedah dirobohkan untuk membangun public wing ini.
walau gw belum pernah menjalani massa koAss di bangunan2 itu, gw sempet ngeliat bangunan asli itu waktu gw tingkat1.. agak miris juga waktu ngeliat mereka dirobohkan. they're not bad. tapi kenapa harus dirobohkan?
gara2 pembangunan Public Wing itu, lamunan gw menatap langit Jakarta terganggu proyek itu.
seperti yang bisa diliat dari foto gw diatas. foto gw itu emang saat pembangunan baru aja dimulai beberapa bulan.. bulan-bulan kemudian, Langit Jakarta-gw udah ketutupan Public Wing.
sempet sebel sih.. tapi, gw emang ga bisa melakukan hal apa2 selain nerima kenyataan tempat lamunan gw dikampus udah tergusur.
mungkin gara2 itu juga, gw udah lama ga ngelamun disana lagi.
sampe akhirnya tadi siang gw kembali ke spot itu dan terkenang masa2 lamunan gw. gw emang ga melamun dan ga sempat memfoto keadaan Public Wing yang udah jadi seperti sekarang dari spot itu. berhubung tadi jg gw ga bawa hp ke situ dan ada mba cleaning service.
tapi, setelah gw ke Public Wing beberapa waktu yang lalu. gw merasa, rasa kehilangan pemandangan lamunan gw terbayarkan dengan kondisi Public Wing.
sumpah! tu tempat keren banget! gw sempet merasa tu tempat bukan RSCM. mirip rumah sakit international yang ngetren sekarang2 ini. keren lah!
emang, selalu ada harga yang harus dibayar untuk mendapat sesuatu yang lebih baik.klo dipikir2, cepet juga ya.. setahun yang lalu masih dalam awal konstruksi, sekarang bangsal udah pindah ke sana..
can't wait to have my clinical rotation there.
Tuesday, May 06, 2008 | Labels: contemplations | 1 Comments
telling the truth
menyambung postingan sebelumnya tentang Quotes dari Grey's Anatomy.. gw lg terinspirasi dari kalimat Alex Karev:
I tell the truth. It's what i do. I doesn't make me a bad doctor.sometimes, it's a dilemma.
teman1:
omongannya sangat frontal. kalo dia ga suka, ya dia bilang ga suka. klo menurut dia jelek, ya dia bilang itu jelek. tapi kadang, saking frontalnya, omongannya suka ga ada filternya. diomongin aja sekenanya dia.
gw ga bilang hal itu jelek. tapi, ada cara penyampaiannya yang membuat dia jadi ga disenengin orang.
teman2:
gw baru tau kalau dia segitu tidak disukai oleh teman2 gw yang lain. gw kira teman1 tadi udah cukup frontal. ternyata teman2 ini punya intonasi tinggi, dan yang bikin gw kaget ternyata temen gw ini menggunakan kata kasar seperti nj*ng.
memang ga ada hubungannya dengan telling the truth. tapi poin yang gw ambil disini, cara penyampaian itu juga cukup penting.
teman3:
ternyata dia orangnya sangat sensitif. kalau ga sesuai dengan "aturannya", dia bakal seketika itu juga ngambek dan mengacuhkan kita. pernah dia dilukai oleh perkataan dari salah satu teman yang udah gw sebutkan tadi, dan dia langsung mengadu ke semua orang. oke, itu masih mending karena jelas siapa yang salah. tapi teman gw ini saking sensitifnya, pernah, seseorang tidak sependapat dengan dia atau dia tidak sependapat dengan orang lain, dia bisa aja langsung membisu-menghindar-bahkan meninggalkan lawan bicaranya.
telling the truth. it's not always easy..
sebagai calon dokter, udah berapa kali kita dibilangin kalo kita harus telling the truth. even it's a bad news.
as human being, we also have to telling the truth.
sometimes, knowing the truth is NOT easy to accept. sometimes, it feels better if we don't know at all.
tadi gw udah menjelaskan sampel perilaku yang ada dalam kehidupan sehari2 dari perilaku temen2 gw.
menyampaikan kebenaran itu penting. tapi ga semua orang mudah menerima kenyataan. contohnya teman3 tadi. orang bisa aja gampang sakit hati. bisa aja gampang marah. walau sebenernya itu hal yang benar, tapi klo orangnya emang ga mudah menerima, ya tetep aja penyampai kebenaran itu dianggap salah.
poin kedua adalah, cara penyampaian.
ini termasuk hal tersulit dalam berkomunikasi interpersonal.
ada orang yang lebih suka penyampaiannya frontal. tapi ada orang yang jadi sakit hati gara2 penyampaian frontal itu.
ada jg orang yang lebih suka penyampaiannya pelan-pelan. tapi ada orang yang menganggap hal itu bertele-tele dan banyak basa-basi.
gw,
gw ga suka diajak ngomong bertele-tele. gw prefer straight to the point. but not too frontal.
dan mungkin ini berlaku juga dalam cara penyampain gw.
gw heran dengan temen gw yang sangat sensitif itu.
gw heran juga dengan temen gw yang frontal itu.
apa yang akan terjadi jika mereka beradu?
so, what's best?
the more people you meet is the better way to interact with them. the more you interact, the more you know how to cope with others.
Monday, May 05, 2008 | Labels: contemplations | 0 Comments
life lesson
being grow up.
what if we never grow up?
kadang dengan grow up kaya gni.. orang tua udah mulai percayain cerita masalahnya ke kita.
dulu juga mereka cerita. tapi dengan grow up kaya gni, mereka udah percaya jg dengan kemampuan kita berpendapat.
kemaren gw mengawali hari gw dengan tidak menyenangkan yang membuat gw bengong seharian..
it supposed to be a happy day because of my dad's birthday.
tapi yang ada malah serumahan pada ribut.
ga enak juga gw tulis masalahnya apa di sini.
biarlah kita berlima aja yang tau.
tadinya gw ga tahan.
kenapa gw harus berada dan terlibat dalam situasi itu.
i almost cried. i dropped tears, but not crying.
kadang emang menyenangkan jadi anak-anak yang hidupnya tanpa beban.
i miss those time.
but.
this is the LIFE LESSONS. you'll get more if you pass more.
like any other lessons, there'll always have a test to be passed off.
believe that, we all can pass, it's just the matter of time you need.
Sunday, May 04, 2008 | Labels: contemplations | 0 Comments
wishlist.. avril 2008
humf...
gw kira.. riset gw aja yang mahal..
ternyata temen gw masih ada yang risetnya lebih mahal lagi...
gila.
riset bener-bener makan duit..
gw ga tau harus berperasaan apa saat ini tentang riset gw..
dari 4 sampel gw..
1 - yang sukses
1 - yang gagal gara2 bolong karena ngambilnya ceroboh
2 - yang ga jelas itu sukses apa ga ada hasilnya.
modul baru nih..
sejauh ini sih semangatnya masih baru..
tapi ga tau juga sih.. mudah2an semangat ini bertahan sampe akhir modul..
gw bener2 menantikan saat ga masuk klinik nanti.
berhubung gw ini termasuk dalam kurikulum baru,, gw ga tau nantinya klinik bakal kaya apa..
beneran deh gw penasaran..
jadi..
- gw pengen banget lulus 2 modul lagi dengan lancar... tanpa hambatan (baca: remedial)...
- gw pengen banget riset dan skripsi gw selesai sebelum masuk ke belantara klinik..
- dan liburan modul ini gw pengen banget liburan jalan2 ma anak2 (baca: chi2, indri)
- gw pengen beban SCORAXchange gw segera lewat..
klo gw punya Universal Remote Control yg kaya di film Click,, saat ini tergoda juga gw untuk men-fast forward kehidupan gw langsung ke bulan September..
tapi, selain itu ga mungkin, gw juga ga kepengen banget men-skip kehidupan gw sampe 4 bulan mendatang.. life is journey. life is like a box of chocolate-you'll never know what you're gonna get. dan dengan men-skip kehidupan kaya gtu artinya gw juga bolos dari "LIFE LESSONS"..
di bawa senyum aja deh...
cause Smile can bring happiness
Tuesday, April 29, 2008 | Labels: contemplations, daily dose | 0 Comments
kenapa ya belakangan gw jadi ga sensitif.
individual bgt.
ndit ultah dari 7 Januari, tapi blm gw beliin kado. sebenernya gw udah kepikiran mo kasih apa. cuma ya.. gw lg ga punya duit. gw juga belom nemu yg pas. dan gw juga ga ngeluangin waktu gw untuk nyari.
farmut ultah dari 24 Januari, gw juga blm kasih kado. gw bahkan blm kepikir mo kasih kado apa.. waktu itu dia sempet minta sesuatu..tapi dia udah ga pengen apa2 semenjak balikan ama ware.
ah.. kenapa gw ga ada sensitif2nya ma orang lain sih.. cuma mikirin diri sendiri..
orang lain juga ga mikirin gw... ngapain gw cape2 mikirin orang lain.
p.s.: egois mode = *on*
Monday, February 11, 2008 | Labels: contemplations | 0 Comments
-
UTOPIST ??!!!10 years ago
-
Kelas Dede Kecil Putik Duren Sawit11 years ago
-
-
-
-
-